Rabu, 16 Februari 2011

Kirim Email

Instansi        : SMP Negeri 9 Metro
Nama          : Badrun
Email           : badrunelfay@gmail.com
Telepon       : 0819 33 5 66 008

Senin, 10 Januari 2011

MENERAPKAN METODE STUDENT TEAM-ACHIEVMENT DIVISIONS (STAD) PADA PEMBELAJARAN HUKUN NUN SUKUN ATAU TANWIN DAN MIM SUKUN


Kompetensi membaca al Qur’an menjadi faktor utama sukses tidaknya pembelajaran ilmu tajwid disekolah. Padahal membaca al Qur’an dengan tajwid hukumnya wajib. Untuk itu diperlukan metode tertentu agar pembelajaran yang alokasi waktunya hanya 2-4 jam pelajaran setiap semester akan membekaskan kualitas membaca al Qur’an dengan baik. Banyak pilihan metode yang bisa diaplikasikan, dari sekian banyak metode itu saya mencoba menerapkan metode Tutor Sebaya.

Sebagaimana biasa, proses belajar diawali dengan kegiatan sederhana. Berdoa, memotivasi, mebuat kaitan dengan pelajaran sebelumnya dan sedikit tanya jawab untuk mengukur seberapa besar siswa yang bisa diandalkan menjadi tutor bagi temanya.

Selanjutnya siswa dipisahkan menjadi beberapa kelompok belajar, dimana setiap kelompok terdiri atas siswa yang mampu membaca al Quran (sebagai tutor)  dan belum mampu membaca al Qur’an (sebagai siswa). Disaat guru menerangkan materi, siswa yang telah (dianggap) faham membantu menjelaskan kepada rekan sekelompoknya yang belum faham akan materi secara bertahap. Setelah materi utama selesai, kemudian guru menyajikan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan.
Pertanyaan dimunculkan satu persatu, setiap tutor berlomba untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya yang belum mengerti sampai faham. Selanjutnya siswa yang  telah dijelaskan oleh rekannya berlomba untuk menjawab pertanyaan itu. Untuk setiap jawaban benar disediakan reward/penghargaan (yang sederhana saja). Sehingga semakin banyak pertanyaan semakin banyak kesempatan mendapatkan reward. Jangan lupa pertanyaan yang dibuat agar berfariasi sehingga lebih menggelitik dan menantang siswa dalam upayanya membantu rekan sebaya mengerti materi.
Upayakan selama proses belajar semua siswa yang menjadi binaan tutor sebaya mendapat kesempatan menjawab pertanyaan agar secara tidak langsung mengukur perkembangan kompetensi siswa.

Setelah semua pertanyaan terjawab, kepada kelompok terbaik di minta maju kedepan dan diberi ucapan selamat atau mungkin diberi penghargaan alakadarnya.
Untuk mengukur kompetensi masing-masing siswa selanjutnya diberikan tagihan dalam bentuk ulangan harian dan atau  sejenisnya. Materi ditutup dengan menarik kesimpulan dan refleksi proses belajar.

Saya berharap akan banyak saran yang muncul dalam komentar untuk mendapatkan solusi paling tepat menerapkan metode yang terbaik dalam pembelajaran Hukum nun sukun/tanwin dan Mim sukun. Terima kasih